Kapolda Kepri Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Kunjungan Kerja di Natuna

oleh -149 Dilihat
oleh

BATAM (XNews.id) – Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Lanud Raden Sadjad Ranai-Natuna Provinsi Kepri, Rabu (8/1/20) untuk melakukan kunjungan kerja.

Kedatangan Jokowi disambut langsung oleh Panglima Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, Pangdam I/BB Mayjend TNI M. Sabrar Fadhila, Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, Plt. Gubernur Kepri Isdianto, dan Pangkoopsau Masrda TNI Khairil Lubis.

Dari Lanud Raden Sadjad pada pukul 09.30 Wib rombongan Presiden bergerak menuju Faslabuh TNI- AL Selat Lampa dengan menggunakan jalur darat, lalu menuju Pelabuhan SKPT Selat Lampa Kabupaten Natuna. Jokowi mengadakan pertemuan dengan para nelayan yang berada di 15 Kecamatan di Kabupaten Natuna.

Dalam pertemuan tersebut Presiden menyampaikan secara tegas bahwa Natuna merupakan wilayah teritorial NKRI dan tidak ada istilah tawar menawar tentang hal yang berkaitan dengan Kedaulatan.

“Bahwa tidak ada kapal asing yang masuk dalam teritorial Indonesia yang ada hanya Kapal Asing yang masuk kedalam perairan ZEE Indonesia, namun harus diingat jika terdapat kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia maka akan kita beri tindakan,” tutur Jokowi.

Kemudian, Presiden menyerahkan sertifikat tanah untuk masyarakat agar memiliki dasar hukum terkait kepemilikan hak atas tanah dan dapat dipergunakan dengan baik, sampai ke anak cucu nantinya.

Penyerahan sertifikat tanah diberikan pada 8 perwakilan penerima dan diberikan langsung oleh Presiden didampingi Wakil Menteri Agraria dan Tataruang Republik Indonesia / Wakil Ketua Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surya Tjandra, Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, dan Bupati Natuna  Abdul Hamid Rizal.

“Di Kabupaten Natuna ini seharusnya ada 41.628 bidang Tanah yang memiliki sertifikat namun sampai saat ini baru terealisasi  sekitar 60% yakni lebih kurang 26.797 dan Sertifikat tanah ini merupakan sebagai tanda bukti atas hukum sehinngga tidak ada tumpang tindih”. Tutur Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.

(css/dsa)