Home / Ekonomi

Jumat, 28 Februari 2020 - 14:44 WIB | Budi Warsito

Digitarasa Ajak Pengusaha Kuliner Medan Akselerasi Pertumbuhan Bisnis yang Berdaya Saing Tinggi

Suasana penjurian di roadshow Digitarasa Medan melalui program akselerasi dari Digitarasa di Medan (27/2/2020). UMKM kuliner dari Medan dan penjuru nusantara masih berkesempatan untuk mendaftar untuk kompetisi angkatan pertama ini yang dibuka hingga 6 Maret 2020. Ki-ka: Leonarce Tan(pengamat kuliner), Edward Tirtanata (CEO Kopi Kenangan), Catherine Sutjahyo (CFO Gojek Group), Randy Julius (CEO Mangkok Ku) dan Chef Arnold Poernomo (CEO Digitarasa)

Suasana penjurian di roadshow Digitarasa Medan melalui program akselerasi dari Digitarasa di Medan (27/2/2020). UMKM kuliner dari Medan dan penjuru nusantara masih berkesempatan untuk mendaftar untuk kompetisi angkatan pertama ini yang dibuka hingga 6 Maret 2020. Ki-ka: Leonarce Tan(pengamat kuliner), Edward Tirtanata (CEO Kopi Kenangan), Catherine Sutjahyo (CFO Gojek Group), Randy Julius (CEO Mangkok Ku) dan Chef Arnold Poernomo (CEO Digitarasa)

Medan (XNews.id) – Guna mendorong pertumbuhan UMKM, startup food & beverage (F&B) serta ekosistem kuliner di Indonesia, Gojek melalui GoFood, bersama Digitaraya, dan para pakar di industri kuliner yaitu Chef Arnold Poernomo serta Edward Tirtanata – CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, mendirikan Digitarasa, sebuah akselerator bisnis kuliner.

Melalui program akselerasi Digitarasa, para pengusaha kuliner bisa mendapatkan akses pada pengembangan bisnis secara komprehensif dari mentor-mentor kelas dunia hingga akses ke permodalan. Digitarasa mencari sebanyak-banyaknya pengusaha kuliner terbaik dari seluruh Indonesia dan kali ini mengunjungi Medan untuk memperkenalkan program kepada para pelaku bisnis kuliner setempat.

Selain itu, Digitarasa juga membuka kesempatan bagi startup F&B terpilih di Medan untuk mengikuti seleksi langsung dengan dewan panel dalam format speed dating, dimana para pemilik startup dapat mempresentasikan produk dan konsep bisnis mereka secara langsung.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, “Selama 5 tahun menjadi growth partner para mitra UMKM kuliner, kami memahami tantangan yang dihadapi para merchant untuk mengembangkan usaha termasuk dalam hal manajemen bisnis, pemasaran, dan permodalan. Dengan inovasi teknologi berkelanjutan, kami mampu menjembatani kebutuhan para mitra merchant dari hulu ke hilir. GoFood telah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, peranan kami merambah menjadi enabler yang terus mendukung para pengusaha kuliner agar berdaya saing tinggi di industri.”

Baca Juga  Kodim Sragen Penuhi Kebutuhan Petani, Babinsa Karangtengah Cek Ketersediaan Pupuk

Industri kuliner di Indonesia masih memiliki banyak sekali potensi. Data Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor kuliner terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69%, tertinggi diantara 15 subsektor lainnya. Medan merupakan salah satu kota yang memiliki potensi tinggi di bidang industri kuliner, salah satunya dilihat dari pesatnya pertumbuhan jumlah mitra merchant GoFood sebanyak 195%.

Sebagai seorang chef profesional, restauranter, sekaligus CEO Digitarasa, Arnold Poernomo memahami seluk beluk dunia kuliner dan tantangan bagi para pengusaha F&B lokal. “Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya dengan citarasa yang berlimpah, karena itu potensi citarasa kuliner Indonesia untuk bersaing dengan kuliner asing sangat besar. Dengan bimbingan dan pembinaan Digitarasa, kami percaya akan banyak bisnis F&B lokal berkualitas yang dapat berkembang dan bersaing secara nasional dan internasional”, imbuh Arnold.

Berbeda dari perusahaan akselerator bisnis lainnya, Digitarasa dirancang untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran bisnis kuliner yang end-to-end. Peserta akan belajar mengenai banyak hal terkait pengembangan bisnis F&B seperti manajemen operasional, branding & marketing, pengembangan produk, riset pasar dan lainnya. Selain mentoring, seluruh peserta juga mendapat kesempatan untuk networking dengan berbagai pemain besar di industri F&B.

Baca Juga  Jembatan Rp 1,5 Miliar di Kepohbaru Diharap Permudah Akses ke Wisata Desa

Mereka yang lolos seleksi awal, akan mengikuti sesi wawancara dengan dewan panel, dan mereka yang terpilih berhak mengikuti bootcamp atau pelatihan intensif di Jakarta dan belajar langsung dari mentor-mentor berpengalaman. Tahun ini, Digitarasa akan menjalankan 4 (empat) batch dengan rangkaian program serupa dengan menargetkan sebanyak-banyaknya peserta startup kuliner lokal terpilih. Nantinya, puluhan startup kuliner terbaik akan mendapatkan akses ke permodalan usaha dan bergabung secara eksklusif di ekosistem Gojek.

Hadir pula di kesempatan yang sama, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata menceritakan pengalamannya selama mengembangkan bisnis, “Lima tahun berkecimpung di industri kuliner Indonesia, saya menemui bahwa inovasi dan kolaborasi bisa membawa Kopi Kenangan melaju pesat hingga saat ini. Dengan inovasi teknologi, Kopi Kenangan berhasil mengkolaborasikan antara kualitas produknya dengan layanan konsumen lewat aplikasi. Saya berharap dapat berbagi pengalaman dan pemahaman ini kepada calon peserta nantinya.”

Program Digitarasa dibuka bagi pelaku bisnis kuliner dengan produk siap jual untuk dipasarkan ke masyarakat, dengan usaha yang dibangun dan dimiliki sendiri (bukan franchise). Pelaku bisnis kuliner bisa mendaftar secara online lewat link registrasi yang ada di website www.digitarasa.id atau akun Instagram @digitarasa_id. Pendaftaran ini akan dibuka sampai dengan 6 Maret 2020.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!

Baca Juga

Ekonomi

PGN dan APTRINDO Tanda Tangani MoU Pemanfaatan Bahan Bakar LNG Untuk Truk Logistik

Ekonomi

Terdampak Corona, Begini Penjelasan Kemenkeu soal Intensif Pajak WP

Ekonomi

Pengelolahan Aset Desa Melalui BumDes Memperkuat Sektor Ekonomi Desa

Ekonomi

Pupuk Langka Puluhan Petani Wadul ke DPRD Lumajang