Home / Promoter

Jumat, 28 Februari 2020 - 20:56 WIB | Reza Syahputra

Siswi SPMN Tasikmalaya Dibunuh Ayah Kandungnya, Begini Kronologinya

TASIKMALAYA (XNews.id) – Pelaku BR Bin MS yang membunuh siswi SPMN Tasikmalaya ternyata merupakan ayah korban sendiri. Jenazah korban ditemukan di gorong-gorong sekolahnya sebulan lalu, Senin (27/1).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. S. Erlangga menginformasikan modus operandi dari kejadian tersebut akibat terjadi cekcok mulut antara korban dan tersangka BR Bin MS (Ayah kandung korban).

Pelaku menutup mulut Korban dengan menggunakan tangan kiri dan karena korban masih saja berbicara kemudian pelaku langsung mencekik leher korban dengan keras selama kurang lebih 1 (satu) menit dalam posisi berdiri dan berhadapan, sampai akhirnya korban lemas, lalu korban diletakkan dilantai dan ditinggalkan pelaku.

Untuk menyembunyikan mayat korban, kemudian pelaku membawa korban ke depan sekolahnya dan memasukkan korban ke dalam lubang selokan (gorong-gorong) di depan sekolahnya agar mayat korban ditemukan akan disangka korban terjatuh dan terbawa arus air di tempat tersebut.

Baca Juga  Setelah Rapim Polri 2020, Ust Das’ad Latif dan Kapolri Saling Berbagi Pesan

Kombes Pol. S. Erlangga menyebutkan penetapan tersangka ini sesuai hasil penyelidikan, keterangan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti. Sampai bukti ahli dibutuhkan, yaitu hasil otopsi mayat korban oleh Tim Forensik Polda Jawa Barat.

“Penyelidikan secara maraton dilakukan, alhamdulilah sudah berhasil mengungkap kasus ini,” tambahnya.

Sesuai hasil penyelidikan, motif pelaku mengaku emosi saat korban meminta uang untuk acara studi tur ke Bandung yang akan dilaksanakan di sekolahnya. Korban saat itu pergi ke lokasi kerja ayahnya dan meminta sejumlah uang.

Baca Juga  Cegah Covid-19, Sat Brimob Polda Banten Semprot Disinfektan di Kantor Pemerintah

“Pelaku pun kalap dan membunuh korban di sebuah tempat rumah kosong,” tambah Kabid Humas Polda Jabar

Pelaku melanggar Pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di mana ancaman hukumannya adalah 15 tahun. Namun, karena tersangkanya adalah merupakan orang tua dari pada korban ditambah sepertiga dari 20 tahun. Jadi akibat kasus ini, pelaku terancam kurungan penjara selama 20 tahun, tutur Kabid Humas Polda Jabar.

Barang-bukti yang diamankan antara lain motor bebek berplat Z-6616-MZ, pakaian pramuka korban, tas sekolah korban, sepasang sandal jepit, sepatu korban, celengan plastik, helm, dan kabel warna hitam sepanjang 1,5 meter.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!

Baca Juga

Promoter

Pelihara Kamtibmas Jelang Pilkada Serentak 2020, Ditsamapta Gelar Patroli Dialogis

Ekonomi

Tembus Ekspor ke Tiga Benua, Cahaya Bahari Siapkan Ekspansi ke Eropa

Promoter

Alumni Akabri 84 Gelar Silaturahmi dan Reuni Keluarga di Banten

Promoter

Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri Lakukan Fogging Antisipasi Virus Corona dan DBD