Pernyataan Kades Ramba-ramba Terkait Dugaan Pungli Terhadap Perangkat Desa Dinilai Keliru

oleh -850 Dilihat

Nisel (XNews.id) – Pernyataan Kepala Desa (Kades) Ramba-ramba, Kecamatan Ulususua Nias Selatan (Nisel) Rohati Giawa terkait dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap sejumlah perangkat Desa Ramba-ramba dinilai keliru. Pasalnya tidak sesuai bukti rekaman video dan SK pemberhentian perangkat desa.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD LSM Inakor Suasana Harita menanggapi surat pernyataan Kades Rohati Giawa tertanggal 11 Maret 2020. Begitu juga klarifikasi yang disampaikan melalui pemberitaan media dan video YouTube yang di posting melalui Medsos dinilai sangat keliru.

Dijelaskan, dalam surat pernyataan Rohati bahwa perkataannya dalam video itu tanpa direncanakan. Hanya luapan emosional karena desakan-desakan pengangkatan perangkat desa dari beberapa oknum yang ngotot ingin menjadi perangkat desa.

Sementara, surat pemberhentian sejumlah perangkat desa terbit tanggal 27 Februari 2020 atau, setelah rapat di kantor Kades Ramba-ramba tertanggal 14 Februari 2020 sesuai rekaman video. Di dalam video itu, terlihat seseorang oknum diduga Kades meminta sejumlah uang untuk jabatan Kadus Rp 5 juta, jabatan Kasi dan Kaur Rp 10 juta, tuturnya.