Home / Nasional

Rabu, 25 Maret 2020 - 11:45 WIB | Muhammad Ichsan

Mayoritas MPU dan Ulama Sejalan dengan Senator Fachrul Razi, Pemuda Aceh Ini Meminta tes Kejiwaan, Ada Apa?

JAKARTA (XNews.id) – Disaat Mayoritas MPU di Aceh Setuju dengan Pernyataan Senator Fachrul Razi agar Mesjid Tidak Di Kosongkan, Nasrijal Mengatakan Fachrul Razi dan Ulama Aceh Sakit Jiwa.

Disaat Majelis Permusyawaratan Ulama Provinsi di Aceh mengeluarkan himbauan agar menjadikan Mesjid dan Meunasah tempat Beribadah sebagaimana sependapat dengan pernyataan Senator Fachrul Razi, bahkan himbauan ini diikuti dengan MPU Aceh Barat, dan kabupaten lainnya, termasuk Aceh Tenggara, muncul statement aneh dari seseorang yang mengklaim dirinya pegiat Sosial Budaya Aceh, Nasrijal, mengkritisi pernyataan Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi, yang menurutnya sesat dan berpotensi membahayakan nyawa orang lain di masa-masa pagebluk ini.

Pernyataan Nasrijal berkaitan Pernyataan yang muncul di dalam video yang bisa diakses di Youtube dengan judul “H. Fachrul Razi MIP: Mengosongkan Masjid Akibat Corona adalah Pikiran yang Tidak Sehat.” 

Dalam Video tersebut, Senator Fachrul Razi mengkritik kebijakan yang mengosongkan Mesjid. Menurut Fachrul Razi dalam video tersebut, dirinya mempertanyakan kenapa Mesjid harus di tutup. Menurutnya silahkan saja pemerintah mengambil kebijakan yang tegas bagi daerah endemi Corona yang tinggi, tapi jangan digeneralisasikan kesemua Mesjid termasuk Mesjid yang ada di Aceh.

Dalam Video tersebut Fachrul Razi mengatakan: “Ini aneh ya, ini yang disebut dengan pola pikir yang tidak sehat. Mengosongkan masjid-masjid. Logikanya adalah, kenapa tempat-tempat hiburan itu masih dibuka? kenapa bandara itu masih dibuka? Kenapa tempat-tempat umum, bahkan, mohon maaf, sesuatu tempat hiburan yang itu juga banyak melanggar syariat, itu dibuka. Bukankah penyebaran virus itu berada di sana?” demikian jawaban Fachrul saat ditanya bagaimana orang muslim menanggapi imbauan yang disebut oleh si penanya sebagai “imbauan bahwa masjid tidak boleh diramaikan dan tempat berkumpul untuk beribadah dibatasi.”

Nasrijal yang salah paham dalam memahami video senator mengatakan bahwa yang tidak sehat itu malah cara berpikir Fachrul yang di dalam video tersebut ditabal sebagai seorang “Senator Garis Keras.” Untuk saat ini, kata Nasrijal, yang paling penting adalah tindakan pencegahan agar orang-orang dijauhkan dari infeksi virus yang awal tahun ini telah merambah dan membunuh belasan ribu orang di pelosok dunia. Sementara dalam video yang dimaksud Senator Fachrul Razi bahwa dari pada pemerintah melakukan pengosongan Mesjid lebih baik mengosongkan tempat hiburan dan melakukan lockdown terhadap daerah yang sudah terendemi Corona, bukannya mengosongkan Mesjid. Menurut Fachrul Razi, Silahkan saja diambil sikap tegas bagi daerah yg endeminya tinggi, tapi kalau di Aceh orang sedang ibadah kemudian diminta untuk dikosongkan, ini yang di kritik Senator Fachrul Razi.

Baca Juga  Jumlah Pasien terus Meningkat, Nasir Djamil Mendesak Pimpinan DPR RI Membentukan Gugus Tugas Pengawas Virus Corona

Nasrijal membayangkan Aceh seperti Jakarta dan negara yang tinggi tingkat endemi nya sehingga menurutnya Mesjid harus ditutup. Menurutnya, di tengah ketidaksiapan Indonesia, satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini ialah mencegah dengan jalan menjauh dari aktivitas-aktivitas di keramaian, kata dia. “Ajaran Islam tidak pernah memberatkan. Orang salat di masjid sudah tahu ada risiko tapi tidak menghindar, kemudian meninggal, maka itu bukanlah syahid namanya,” kata dia, Selasa malam (24/03).

Ia menambahkan, ego dengan mengatasnamakan agama sangatlah tidak tepat. Nasrijal mencontohkan apa yang pernah dilakukan oleh seorang Amirul Mukminin, Umar Bin Khattab, yang notabene sahabat Nabi dan telah diakui takaran keimanan dan ilmunya.

Di masa Umar, pernah terjadi wabah yang dikenal dengan Tha’un ‘Awamas. Nama wabah tersebut diambil dari daerah asal lahirnya penyakit, yakni sebuah desa kecil di negeri Damaskus.

Langkah yang ditempuh oleh Umar saat itu ialah memerintahkan gubernur Abu Ubaidah bin al-Jarrah untuk mengisolasi rakyatnya. Umar bahkan mengurungkan perjalanannya menuju Damaskus.

Pembatalan itu dilakukan waktu rombongan sudah sampai di Sargha, sebuah desa di wilayah Tabuk, setelah adanya kabar pandemi virus ‘Amawas di wilayah Damaskus. Bagi Nasrijal, ini bukti bahwa Umar mengedepankan akal sehat dengan menghindari wabah.

Baca Juga  Pusat dan Daerah Harus Satu Irama Atasi Obesitas Regulasi

“Umar tidak mau rakyatnya terpapar oleh virus. Ini, seorang senator yang pasti kadar imannya beda jauh dari Amirul Mukminin, berpotensi mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang bisa berakibat fatal. Kita percaya soal nyawa sudah diatur, tapi, Sang Khalik juga tidak suka sama makhluknya yang berbuat sesuatu yang berpotensi menimbulkan mudarat,” urainya.

Berkumpul di masjid untuk saat ini akan menyebabkan dua kemungkinan menurutnya. Menjadi yang orang menularkan atau yang tertular, karena hingga rapid test atau tes cepat belum menyentuh seluruh masyarakat, tidak ada yang tahu apakah seseorang itu terinfeksi atau tidak.

Lelaki yang akrab disapa Jal itu mengutip sebuah hadis yang berbunyi “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” Hadis tersebut, kata dia, jelas sanad dan perawinya.

“MUI melalui Sekretaris Komisi Fatwa mereka, Asrorun Niam juga sudah menekankan agar tidak menjerumuskan diri dalam kebinasaan, dan MUI telah mengeluarkan fatwa agar tidak melakukan ibadah di keramaian. Niam sudah bilang, bukan berarti meniadakan ibadah, tapi semata untuk kepentingan memberikan perlindungan agar tidak menularkan kepada yang lain,” jelasnya.

Akibatnya dirinya juga mendukung pemerintah agar semua tempat ibadah dikosongkan sementara MPU Kabupaten dan MPU Aceh masih menghimbau agar Mesjid tetap digunakan untuk tempat ibadah. “Bek pungo bak dong, ka pungo droe bek peu roh gob. Sebagai DPD, harusnya bisa lebih berpikir cerdas dan membantu komitmen pemerintah dalam penanganan Covid-19. Melakukan ibadah di rumah saya rasa dalam keadaan bencana dalam agama dibenarkan.

Dirinya mengkritik Fachrul Razi atas sikapnya meskipun MPU Di Aceh juga menghimbau hal yang sama. Menurut Nasrijal, hal ini sebagaimana disampaikan ulama-ulama besar di negara ini. Jadi pernyataan Fachrul “tidak sehat” itu telah menyudutkan para ulama. Saya harap pemerintah bertindak tegas, diproses hukum atau ditangkap, dijebloskan ke penjara atau diperiksa kejiwaannya, karena itu menyesatkan dan melawan pemerintah,” pungkasnya.[MI]

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!

Baca Juga

Nasional

(Covid -19) : Orang Kaya Republik Ini Jangan Diam dan Timbun Harta

Nasional

Jokowi Sudah Datangkan 105 Ribu APD untuk RS Hadapi Corona, Ini Sebarannya

Nasional

Tingkat Kapasistas Manajemen DVI, Pusdokkes Polri Adakan DVI Management Course

Nasional

Jatah Tahunan Berkurang, Kuota Bulanan Bertambah Alokasi Pupuk Bersubsidi Januari 2020