Home / Nasional

Rabu, 25 Maret 2020 - 21:45 WIB | Ricky Setiawan

Oo, Jadi Ini Alasan Presiden Jokowi Tak Mau Lockdown

Jakarta (XNews.id)Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan mengapa tidak memilih karantina wilayah alias lockdown seperti negara-negara lain untuk mengatasi penyebaran COVID-19.

“Kemudian kenapa ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan, perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan yang berbeda-beda, oleh itu kita tidak memilih jalan itu,” kata dia, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Ia katakan itu dalam rapat terbatas dengan tema “Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemik Covid-19” melalui konferensi video bersama dengan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan 34 gubernur se-Indonesia. Inilah rapat konferensi video pemerintah pusat dengan semua kepala daerah se-Indonesia secara lengkap untuk mengentaskan wabah Covid-19.

“Sudah saya pelajari, saya memiliki analisis-analisis seperti itu dari semua negara, saya memiliki semuanya, kebijakannya seperti apa semua dari Kementerian Luar Negeri, dari duta besar-duta besar yang ada terus kita pantau setiap hari,” kata dia.

Baca Juga  Kapolres Batu Bara, Akan Bangun Zona Intregritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Alasan Presiden Jokowi Tak Mau Lockdown

Menurut dia, apa yang cocok diterapkan di Indonesia adalah menjaga jarak fisik antar individu masyarakat alias physical distancing. “Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing menjaga jarak aman. Kalau hal itu bisa kita lakukan, saya yakin kita bisa mencegah penyebaran COVID-19 ini,” kata dia.

Untuk menjaga jarak antar individu manusia itu, kata dia, membutuhkan sebuah kedisplinan yang kuat dan ketegasan yang kuat. “Jangan sampai yang sudah diisolasi, saya baca sebuah berita, sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan,” jelas dia.

“Ada yang sudah diisiolasi masih beli handphone dan belanja di pasar. Kedisplinan untuk mengisolasi yang penting, partial isolated, mengisolasi sebuah RW, mengisolasi sebuah kelurahan penting tapi betul-betul dengan kedisplinan yang kuat. Kalau ini bisa dilakukan saya yakini skenario yang kita pilih bisa menghasilkan hasil yang baik,” kata dia.

Baca Juga  Kabaharkam Polri Pantau Lokasi Penanaman Mangrove Serentak yang Akan Dipimpin Kapolri

Belakangan, aktivitas petugas membubarkan konsentrasi massa dengan berbagai keperluan, mulai dari keperluan sosial-rekreasional dan lain-lain, semakin digalakkan. Imbauan-imbauan dikumandangkan petugas ke pemukiman dan pusat-pusat keramaian, hingga menunggui mereka seraya memastikan warga pulang ke rumahnya seturut imbauan itu.

Sejauh ini sejumlah negara memilih isolasi wilayah baik untuk daerah tertentu maupun seluruh negara untuk mengatasi pandemi COVID-19. Negara-negara itu adalah China (Provinsi Hubei dan kota-kota di sekitarnya), Italia, Spanyol, Prancis, Irlandia, El-Salvador, Belgia, Polandia, Argentina, Yordania, Belanda, Denmark, Malaysia, Filipina, dan Libanon.

Hingga Senin (23/3), terdapat 579 kasus positif COVID-19 dengan 500 orang dalam perawatan, 30 orang sembuh dan 49 orang meninggal. (mer)

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!

Baca Juga

Nasional

Sekda Kab Minahasa Bahas JBT Bersama Pertamina Lewat Vidio Conference

Nasional

Kapal Patroli Prahasta-7015 Bawa Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sangihe

Nasional

Sat Reskrim Polres Tanjung Balai Menggamankan 39 TKI dari Malaysia yang Diduga Ilegal

Nasional

Rakernas GAMKI, Plt. Dirjen Politik dan PUM Kemendagri Bahas Soal Dana Otsus Papua