Pilkada Sumenep, Pengamat: DPP PPP Harusnya Sudah Tentukan Arah

Kontributor: -162 views

Sumenep, (XNews.id) – Pergulatan dalam rangka menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sempat vakum setelah sebelumnya ditunda oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) lantaran bencana alam Virus Corona atau Covid-19.

Namun belakangan, KPU kembali menegaskan jika pelaksanaan pemilihan tetap dilaksanakan tahun 2020 ini. Bedanya, hanya di bulan dan tanggalnya saja. Yakni diundur ke tanggal 9 Desember 2020.

Meski riak perpolitikan di Sumenep sudah di mulai, namun ada salah satu partai dengan perolehan kursi yang banyak belum menentukan arah bakal calon yang hendak diusung. Yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Padahal, PPP pada Pemilu lalu telah berhasil mengantarkan 7 kader terbaiknya untuk duduk di kursi wakil rakyat.

Pengamat politik di Sumenep, Ajimuddin menanggapi ihwal PPP yang belum mengusung calonnya. Dia berkeyakinan jika DPP partai berlambang kakbah itu pasti sedang mengkalkulasi politik maupun kalkulasi kultural atas eksistensi organisasi partainya.

“Dari dua sisi ini PPP memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pilkada 2020 ini. Dan sejarah membuktikan itu di zaman rezim KH. Ramdhan Siraj periode keduanya,” katanya.

Namun meski begitu, semestinya DPP PPP lebih cepat dalam membuat keputusan terkait formulasi politik masa depannya di kota yang dikenal dengan kota keris ini.

Toh walaupun, hal-hal demikian memang harus mempertimbangkan sekian aspek terutama ideologi keislaman, kebangsaan dan kenegaraan. Karena bagaimanapun Sumenep menjadi wilayah terdepan wajah Indonesia bagi masyarakat setempat.

“Koalisi menjadi keniscayaan bagi PPP Sumenep. Dengan perolehan 7 kursi, ia masih membutuhkan tambahan 3 kursi untuk mencapai 20% suara parlemen. Ini cukup mudah dilakukan dengan menggandeng Nasdem dan Demokrat plus PKS jika koalisi ideal PPP – PKB tidak bersedia untuk berada di sudut pandang yang sama,” tegasnya.

Kata dia, hampir setiap ritme partai yang selalu diikutinya itu masih tarik ulur dalam penentuan bakal calon di Pilkada Sumenep. “Ini yang perlu publik pahami secara cerdas. Saya melihat ada indikasi gerakan politik yang disebut deparpolisasi. Yaitu mengusung kandidat di luar partai (bukan kader) dengan sekian alasannya,” tegasnya.

Apabila hal itu terjadi, lanjut Aji, hal tersebut justru tidak menarik. Aji juga mengutarakan soal ketidakmenarikan di Pilkada apabila bakal calon yang di calonkan bukan kader sendiri. Yakni dari segi platform ideologi politik yang belum tentu sama dan juga stagnasi parpol yang hingga hari ini gagal dalam mencetak kader mumpuni.

“Seharusnya DPP PPP haqqul yaqin bahwa dirinya siap dan mampu menjadi kapal pemecah ombak di samudera politik Sumenep yang mulai digiring kepada dua kutub, yang bisa saja pilkada Sumenep ini berakhir no contest,” tandas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!