Viral: Bacalon Bupati Malang Tampil Nyanyi di Panggung Dangdut Saat Deklarasi Tim Kemenangan

Kontributor: -46 views

Malang, (XNews.id)  – Acara deklarasi tim kemenangan Bapaslon H.M Sanusi, berpasangan dengan Didik Gatot Subroto (Sandi) diselingi hiburan dangdut di Rumah Makan Bujana Puri Kepanjen Kabupaten Malang Rabu (5/8/2020) Malam.

paginya, kegiatan tersebut menjadi sorotan publik. Digelar dengan mengumpulkan masa di saat pandemi, bahkan Bacalon Bupati  Malang H M Sanusi tampil menyanyi dan bergoyang ria di panggung hiburan acara tersebut bersama dua biduan sekaligus.

Bupati petahan Kabupaten Malang, H M Sanusi selaku Bacalon Bupati  hadir sebagai tuan rumah. Bahkan, Sanusi juga menghibur para timsesnya dengan menyanyikan lagu dangdut berjudul ‘Pengembara’. Lagu ciptaan Bang Haji Roma Irama. Dengan goyangan khas dangdut, Sanusi tampak samangat dan membuat peserta ikut bergoyang.

Pantauan XNews.id pesertanya sekitar ratusan orang. Selain Deklarasi juga diadakan makan bersama ada juga hiburan dangdut.

Kegiatan itu akhirnya menuai protes. Salah satunya dari akun facebook Ciput Mba Bhol yang mengunggah dua video menunjukkan kondisi di dalam gedung dan menuliskan bahwa kegiatan tersebut melanggar aturan yang dibuat sendiri oleh pemerintah.

“Ndek kampung wong mantu harus jaga jarak patuhi protokol, kadang sek dibuyarno gak ole main orkesan hiburan sound gak ole, delok’en video iki lur yok opo menurut sampean? ngeneki lak podo karo mateni sandang pangane seniman..ijin hajatan hiburan gak ole,tpi lek pejabat sing nanggap ole,” ungkapnya, Kamis (6/8/2020) pagi dalam bahasa Jawa.

Artinya, di kampung orang punya hajatan harus jaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan, kadang dibubarkan. Tidak boleh memainkan orkes dangdut, hiburan soundsystem tidak boleh. Lihatlah video ini saudara, bagaimana pendapat anda? Kalau seperti ini sama saja mematikan sandang pangan seniman, izin hajatan tidak boleh tetapi kalau pejabat yang mengundang boleh.

Selain itu ungkapan kekecewaan juga muncul dari akun Facebook atas nama Chak Khampried yang mengatakan bahwa gaji para pejabat merupakan dari rakyat.

“Padahal sing bayar wong duwur rakyat cilik, opo.o kok rakyat.e tambah gak direken,” ujarnya. Artinya, padahal gaji pegawai dari rakyat kecil tetapi kenapa rakyat justru tidak dipedulikan.

Sedangkan dari warganet yang lain lagi juga ada yang melontarkan dalam postingan di akun Facebook-nya, seperti Raden Bentoez Perdana yang menuliskan bahwa jika yang membuat acara pejabat dapat diizinkan.

“Lek pejabat sing nanggap kok oleh yo maaf buat mbk Nanik Amanda post pn tk scren alhamdulilah pn oleh rjki ngunu iku opo yo ga cuap2 sdkit nyang rojone kabupaten lek senimam iki asline podo ngempet,” tulisnya.

Mengelar acara di masa pandemi covid 19 dengan menghadirkan masa, di dalam satu ruangan, membuat banyak masyarakat maupun warganet yang menyesalkan aksi Sanusi. Apalagi terkait regulasi kepada masyarakat yang keseluruhan kegiatannya harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, meskipun tidak berdesak desakan hal ini sangat di sayangkan.

Sebagai informasi bahwa berdasarkan update data per (5/8/2020) pukul 19.36 WIB, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang berjumlah 531 orang, 358 sembuh dan 43 meninggal dunia,
(4rdy

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!