Miris, Janda muda tanpa masa depan terus meningkat di era pandemik

Kontributor: -528 views

(XNews.id) – Pandemi diindonesia sudah mendekati hari ulangtahunnya, artinya satu tahun sudah masyarakat Indonesia hidup dalam serba terbatas. perekonomian menurun, proses pendidikan terhambat, kantor-kantor sepi, namun rupanya kantor Pengadilan Agama tidak pernah mengalami sepi pengunjung. Pengajuan perceraian terus meningkat. Akibatnya banyak perempuan-perempuan muda yang menjadi kepala keluarga.

Rupanya, ini bagian dari dampak pernikahan dini yang masih banyak terjadi dimasyarakat, banyaknya orang yang menikah padahal belum matang secara mental dan pengetahuan untuk mengarungi bahtera rumah tangga sehingga ketika dihadapkan pemasalahan dalam rumah tangga, seperti permasalahan ekonomi, yang menjadi rata-rata alasan perceraian, maka keputusan berpisah dijadikan sebuah solusi.

Mirisnya, diantara perempuan-perempuan yang menjadi kepala keluarga ini adalah perempuan muda, bahkan tak sedikit yang seharusnya masih di usia pendidikan.
Menyandang status janda muda sepertinya tidaklah mudah. karena beban menjadi berkali-kali lipat. Selain harus menghidupi keluarga, membesarkan dan mendidik anak, mereka juga harus memikul beban ketidak adilan sosial di masyarakat.
Sebab, kata janda selalu menjadi kata dengan konotasi yang negative. Berbeda dengan laki-laki yang berstatus duda yang padahal duda ataupun janda memiliki arti yang serupa, yaitu orang yang sudah tidak memiliki istri/suami. kendati demikian, dalam realitasnya status duda lebih bernilai positif dibandingkan status janda.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!