Polres Nias Tetapkan Status Korban Pengeroyokan di Nias Barat Jadi Tersangka

oleh -222 Dilihat

Nias Barat (XNews.id) – Polres Nias menetapkan status korban pengeroyokan berinisial HH alias Ama Eros warga Dusun I Desa Fardoro, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat Sumatera Utara sebagai tersangka. Hal itu, sesuai surat pemberitahuan penetapan tersangka Nomor: K/ 19.A/ I/ RES.1.6./ 2021/ Reskrim tertanggal 25 Januari 2021.

Dalam surat pemberitahuan tersebut korban HH dan beberapa keluarganya ditetapkan sebagai tersangka atas laporan sanding terduga pelaku berinisial FH alias Ama Markus dengan nomor: STPLP/25/VII/2020/ NS-Rombu tertanggal 25 Juli 2020. Sedangkan laporan pengaduan korban nomor: STPLP/24/VII/2020/NS-Rombu tertanggal 25 Juli 2020 tak kunjung diproses atau hingga kini belum ada penetapan tersangka.

“Pada peristiwa itu jelas-jelas bahwa HH adalah sebagai korban. Ia diserang dan dikeroyok oleh ketiga terduga pelaku FH, IH dan SG di lokasi bangunan tempat usaha mebel miliknya. Akibat peristiwa itu korban mengalami sejumlah luka-luka hingga ia terpaksa dirawat di UPT Puskesmas Sirombu Nias Barat,” ujar abang kandung korban Hasamoni Hia kepada XNews.id, Jumat (12/03/2021).

Dijelaskan kronologis kejadian, awalnya para terduga pelaku mendatangi lokasi bangunan tempat usaha milik korban, kemudian pelaku melarang korban mendirikan usahanya di lokasi tersebut karena pelaku mengklaim bahwa tanah itu adalah milik mereka. Kemudian korban menjelaskan kepada pelaku bahwa tanah yang sedang dibangunnya itu merupakan tanah warisan milik keluarganya yang sudah mereka kuasai selama turun-temurun.

“Saat itu korban sempat mengajak pelaku untuk membicarakan masalah tanah tersebut secara kekeluargaan bukan dengan emosional. Namun para pelaku yang sudah dikuasai oleh emosi langsung mengeroyok korban hingga babak belur,” katanya.

Atas peristiwa itu korban langsung membuat laporan pengaduan polisi di Polsek Sirombu untuk meminta keadilan. Setelah itu, terduga pelaku juga membuat laporan dan mengklaim bahwa dirinya juga dikeroyok oleh pihak korban.