Perawatan dan Pemeliharaan JIFSI, Pendapatan Petani Jeruk Rp15 Juta per Bulan

Kontributor: -11 views

Malang, (Xnews.id) – Para petani di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang memanfaatkan lahanya secara bersamaa untuk mengembangkan budidaya tanaman Jeruk Siam guna meningkatkan pendapatan.

“Kami sangat terbantu untuk pemenuhan kebutuhan keluarga dari hasil penjualan Jeruj,” kata Wawan (55) seorang petani warga Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang Minggu, (2/5/2021).

Pertanian jeruk di wilayahnya Ngantang, menjadikan andalan pendapatan ekonomi mingguan dan bulanan.

Petani Jeruk di Kecamatan Ngantang mulai mengembangkan budidaya tanaman tersebut di lahan-lahan darat dengan rata-rata 500 sampai 750 meter di atas permukaan laut.

Selain itu juga kelebihan tanaman Jeruk ini tidak banyak pemeliharaan dan perawatan dibandingkan tanaman pangan lainya, pasalnya pendampingan yang di berikan JIFSI memakai sistem Tumpang sari, jadi Jeruk ini bisa di bilang numpang.

Karena itu, semua petani di sini antusias mengembangkan budidaya tanamn Jeruk guna meningkatkan ekonomi keluarga, akan tetapi masih banyak petani yang tidak bisa ikut tanam, karena keterbatasan dana atau modalnya.

“Kami sendiri pendapatan dari penjualan Jeruk seluas satu hektare mencapai sepuluh hingga 15 juta rupiah per bulan, kami yang tergabung dalam Jertanmus integrated Farming System Indonesia (JIFSI) sedang berusaha membantu petani yang ada di Ngantang, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR),”kata wawan.

Begitu juga petani lainnya Ihwan (35) warga Ngantang Kabupaten Malang mengaku bahwa dirinya bisa menghasilkan keuntungan dari penjualan Jeruk itu sekitar Rp15 juta per bulan.

Sebab, dirinya sebagai petani juga menjadi Mitra JIFSI, dan menjadi penampung jeruk dari petani lainnya.

“Kami memasok jeruk itu ke pasar di Jawa Timur dua sampai empat ton per minggu, untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat sudah ada petani binaan lainya,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Desa di tiga Desa di Kecamatan Ngantang salah satunya Desa Pagersari Bambang mengatakan pemerintah desa terus mengembangkan pertanian jeruk karena permintaan pasar cukup tinggi sehingga mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi petani.

Selama ini, perguliran uang hasil penjualan jeruk di 3 kecamatan mencapai miliaran rupiah per bulan dengan produksi puluhan ton per bulan.

Produksi jeruk daerah ini, selain bisa memenuhi pasar lokal, juga dipasok ke daerah lain, seperti Tanggerang, Jakarta, dan Bogor.

Saat ini, harga jeruk di tingkat petani berkisar Rp10 ribu-Rp14 ribu per kilo dan beranekaragam jenis, seperti jeruk siam madu, RGL, dan Lemon Calivornia.

Mereka para petani membawa jeruk ke luar daerah setiap hari menggunakan truk diesel dan colt pick up.

“Kami mendorong petani agar meningkatkan kualitas pertanian jeruk juga perluasan sehingga menjadikan andalan dan mudah mudahan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa mudah dan di percepat, karena ini satu satunya pertanian andalan di Kecamatan Ngantang, sebab Jeruk ini bisa panen enam hingga delapan kali dalam setahun, sungguh wujud nyata bagi pengabdian petani milenial kita kepada desanya, pertanian harus berkembang harus di perluas kan karena Jeruk tanpa musim, agar tetap menjadi pendapatan andalan ekonomi petani,” katanya.

(Ardy)

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!