JITU; Pupuk Organik Yang Mampu Hantarkan Petani Ibadah Haji

Kontributor: -17 views

Madura, (Xnews.id) – Penggunaan pupuk organik tidak saja ramah lingkungan, tapi mampu meningkatkan produksi pertanian. Hal itulah yang menjadi dasar kesuksesan salah satu Petani Melon asal Pulau Madura, Jawa Timur.

Sejak memakai pupuk organik JITU tahun ini, produksi berbagai hasil pertanian mereka bisa meningkat sampai dua kali lipat. Mulai dari jagung, padi, palawija, dan terahir Melon dan hasil tani lainnya sukses dikembangkan para petani di sana.

Bahkan, penggunaan pupuk organik tersebut mengantarkan mereka meraih prestasi Juara II Lomba Pertanian di Pulau Garam, dan sekaligus mampu menunaikan Ibadah Haji.

Semua ini bermula dari inisiatif Salah satu petani melon Rofik. Ia mencetuskan penggunaan pupuk organik JITU sejak awal tahun lalu. Selain ramah lingkungan, ia pun berharap hasil produksi pertaniannya dapat meningkat.

Ternyata usulannya berbuah manis. Kini dari 1, 39 hektare lahan yang digarapnya, semua hasil taninya memiliki kualitas yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Rofik menuturkan, penggunaan pupuk organik JITU tersebut baru dimulai ketika tanaman jagung yang menjadi komoditi utama tumbuh beberapa minggu. Meski dicampur dengan sedikit jenis pupuk lain, tanaman jagung hasil para petani di sana berhasil meningkat pesat.

Dalam 1 hektare tanaman Melon, Rofik mengatakan, para petani bisa menggunakan 50 kg pupuk urea dan 20 kg pupuk phonska serta KCI. Sementara penggunaan pupuk organik lebih besar. Angkanya mencapai 3 kuintal per hektare pada masa awal tanam.

“Selama ini para pak tani tidak kesulitan mendapat pupuk organik JITU, karena bisa langsung dibeli dari JIFSI,” ujar Rofik pada Jum’at (7/5/2021).

Penggunaan pupuk organik JITU tersebut tidak terbatas pada komoditi Melon saja, tapi juga komoditi lain yang ditanam seperti padi, palawija dan lainnya. Namun, Munawar menyebutkan, tanaman Lemon memang mendapat porsi yang lebih besar. Luas mencapai 1,49 hektare dari keseluruhan lahan.

“Kalau ingin hasilnya bagus, selain harus teratur menggunakan pupuk organik JITU , jarak tanam juga harus diatur tidak terlalu rapat,” tutur Rofik lebih jauh.

Produktivitas serta kualitas pertanian yang lebih baik itu mengantarkan Kelompok Tani di Pulau Madura mulai mendapat pengakuan lebih dari pihak lain.

Rofik juga menamqbahkan produktivitas kelompok tani itu melebihi target kabupaten.

Pada tahun 2020 saja, para petani di Pulau garam sukses memproduksi 45,5 ton Melon per hektare. Padahal di tahun yang sama Kabupaten  hanya mampu berproduksi rata-rata 35 ton per hektare.

“Bahkan Madura saja hanya 27 ton per hektare,” ungkap Rofik.

Pencapaian positif itu mendorong Para Petani terus menggunakan pupuk organik JITU pada lahan pertaniannya. Kini sekitar 200 hektare lahan Lemon di sana menggunakan pupuk organik JITU. Semua itu ditanam pada musim tanam kedua dan ketiga.

Rofik menuturkan, penggunaan pupuk orgaik JITU yang konsisten itu membuat para petani mencapai peningkatan produksi yang memuaskan.

“Ada banyak peningkatan produksi Lemon dari tahun lalu, sampai dua kali lipat,” tutur Listuti.

Dengan adanya produktivitas yang terus meningkat, para petani di Madura bisa menjadi contoh positif penggunaan pupuk organik JITU merupakan solusi tepat bagi para petani.

Dibarengi dengan kerja keras dan ketekukan, pencapaian produksi yang berkualitas merupakan jawaban akhir dari penggunaan pupuk organik JITU yang konsisten,
(Ardi)

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!