Ekonom: Daya Serap Anggaran KPK Rendah, Petanda Agenda Pemberantasan Korupsi Terganggu Imbas Kisruh Internal

Kontributor: -18 views

JAKARTA, (Xnews.id) – Ekonom Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa KPK perlu mengevaluasi terutama dalam efektifitasnya dalam pemberantasan korupsi yang tercermin dari rendahnya daya serap anggaran KPK.

“Daya serap KPK sampai bulan Mei tergolong rendah, ini petanda KPK tidak bekerja dengan baik dalam pemberantasan korupsi,” ujar Achmad Nur Hidayat yang juga Direktur Eksekutif Narasi Institute.

Narasi Institute mencatat seharusnya daya serap KPK sampai bulan Mei mencapai 45% namun daya serap KPK karena berbulan-bulan berkonflik masih 38,09 persen atau Rp 441 miliar dari Rp 1.15 triliun.

“Idealnya daya serap KPK mencapai Rp517.5 miliar dari Rp1,15 triliun atau 45 persen namun sampai Mei 2021 masih 38,09 persen atau Rp 441 miliar dari Rp 1.15 triliun” Ujar Achmad Nur Hidayat yang biasa dipanggil ANH.

ANH melihat konflik internal TWK telah nyata memberikan dampak negatif bagi kelembagaan KPK diantaranya adalah terhambatnya penyiapan prasarana bagi dua deputi baru yaitu Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat; Deputi Koordinasi dan Supervisi serta terhambatnya pengungkapan kasus korupsi besar seperti krorupsi bansos, benur, Jiwasraya, Asabri dan korupsi di level daerah.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!