Seluruh Potensi Desa Jadi Andalan Kementan Menghadapi Kekuatan Pangan

Kontributor: -20 views

Nganjuk, (XNews.id) – Seiring berlakunya pasar bebas alias globalisasi, arus barang termasuk produk pertanian seperti halnya bahan pangan pokok akan semakin bebas dan mudah memasuki wilayah Indonesia. Ini menjadi potensi ancaman bagi petani lokal dan berpotensi menimbulkan ketergantungan pangan kita kepada asing.

Menurut, KA Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Wasis Sarjono, kunci menghadapi globalisasi tersebut adalah efisiensi usaha tani dan peternakan. Potensi ancaman tersebut dapat dihadapi dengan 3 langkah yang bersifat mikro yaitu meningkatkan jumlah produksi sehingga tercapai kecukupan pangan nasional, dan meningkatkan efisiensi biaya produksi sehingga produk pertanian memiliki daya saing harga.

“Kemudian meningkatkan kualitas sehingga produk pertanian memiliki daya saing kompetitif serta mengupayakan kontinuitas suplai pangan. Secara makro misalnya perlunya regulasi sektor, peternakan ataupun pertanian dan perlindungan yang lebih baik kepada petani termasuk perlindungan dari berbagai bencana alam serta pengembangan sarana dan prasarana pertanian termasuk pengembangan SDM dalam negeri,” ujar Wasis, Jumat, (23/6/2020).

Semua langkah tersebut, jelas Wasis, tidak terlepas dari keberhasilan implementasi teknologi pertanian modern dan memanfaatkan segala potensi yang ada di desa. Melalui kebijakan pemerintah yang mengutamakan keberpihakan kepada, peternak dan petani di antaranya dengan meningkatkan SDM secara signifikan, telah menggeser kegiatan usaha pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian yang modern.

“Modernisasi pertanian dapat dilihat pada penggunaan metode budidaya yang lebih baik dan efektif, penerapan alat mesin pertanian dengan teknologi tepat guna dari mulai pengolahan lahan, pemanenan dan penanganan pasca panen, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat guna dan mencukupi, penggunaan SDM pertanian yang lebih berkualitas, serta efisiensi penggunaan sumberdaya alam terutama air irigasi, sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” paparnya.

iapun menambahkan, sesuai amanah KA BPPSDM Pertanian Prof. Dedy Nursyamsi menambahkan, modernisasi juga melingkupi aspek pasca panen seperti sistem panen, pengolahan hasil dan pembuatan kemasan modern dan aman, tata niaga yang efisien, serta terus menerus menyempurnakan kebijakan pemerintah yang kondusif bagi kegiatan usaha pertanian.

“Modernisasi pertanian juga mesti mampu menjamin ketersediaan suplai berdasarkan penataan masa panen dan teknik pengemasan hasil yang baik. Modernisasi pertanian juga termasuk skim pembiayaan pada petani dan sistem penjaminan usaha tani melalui asuransi, sehingga petani mampu berproduksi dengan optimal,” tuturnya.

Wasis menambahkan, Kementan mengamanahkan untuk mendukung pengembangan mekanisasi pertanian di Indonesia diperlukan dukungan kebijakan lintas sektor terutama peningkatan Sumber daya manusia (SDM) sangat dibutuhkan dalam mendukung pengemban pertanian yang moderen

“Selain itu juga diperlukan dukungan kemudahan untuk investasi di bidang industri, yaitu seluruh sektor terkait SDM disinergikan menuju kemandirian Indonesia dalam memproduksi kemandirian menuju pertanian maju mandiri moderen, atau bahkan sebagai ekportir hasil pertanian ,” Pungkasnya.

Pewarta  : Tata Sukmana

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!