Klaster PTM Muncul karena Pengawasan Lemah

Kontributor: -14 views

JAKARTA (XNews.id) – Sejak awal September sampai November 2021, terdapat 21 daerah yang terpaksa menutup sejumlah sekolah karena munculnya klaster Covid-19. Situasi itu memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Berdasar catatan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), beberapa daerah tersebut, antara lain, Purbalingga, Jepara, Padang Panjang, Kabupaten Mamasa, Kota Bekasi, Tabanan, Depok, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta, Grobogan, Pati, dan Salatiga.

Lalu, Gunung Kidul, Majalengka, Solo, Kota Bandung, Semarang, Bogor, Tasikmalaya, dan Indramayu. Bahkan, PTM terbatas di Depok dihentikan untuk semua jenjang di kawasan Pancoran Mas. Selain itu, untuk keseluruhan wilayah Kota Depok, PTM terbatas di tingkat SD akhirnya dihentikan karena siswa belum divaksin.

P2G menduga, kembali munculnya klaster sekolah itu disebabkan adanya pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Baik itu yang dilakukan guru maupun siswa. Bentuknya beragam. Mulai tidak tertib dalam penggunaan masker, berkerumun dan tidak jaga jarak di sekolah, nongkrong tanpa masker, hingga berdesakan di angkutan umum saat pergi dan pulang sekolah.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!