Ahli Australia Ungkap Beda Divaksin Covid-19 Hanya 2 Dosis dan Booster

Kontributor: -8 views

JAKARTA (XNews.id) – Informasi awal menunjukkan gejala varian Omicron lebih ringan dari varian Covid-19 lainnya. Namun, sejumlah ahli dunia meminta populasi segera mendapat vaksin booster. Sebab dunia saat ini terus menghadapi berbagai varian yang muncul.

Ketua Biostatistik dan Epidemiologi University of South Australia, Adrian Esterman, menegaskan kendati seseorang mengalami gejala ringan saat tertular, tetap saja ada bahaya Long Covid berkepanjangan. Gejalanya dapat berupa hal-hal seperti nyeri, sakit kepala, kabut otak, kesulitan bernapas, dan masalah saraf.

“Faktanya, Covid-19 dapat memengaruhi hampir semua organ tubuh,” tegasnya.

Profesor Esterman mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah penularan pada diri sendiri dan orang yang dicintai adalah dengan mendapatkan booster. Sejak 4 Januari, warga Australia yang memenuhi syarat yang menerima suntikan vaksin kedua setidaknya empat bulan lalu, telah dapat menerima dosis booster.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!