Mampus Kau Dikoyak-koyak Ratu Adil

Kontributor: -5 views

Mengenalmu adalah kebangkitan dalam hidupku, walau mengenangmu selalu membuatku bersedih.

SASTRO mengucapkannya ke Jendro muda jelang Hari Kebangkitan Nasional entah tahun berapa. Zaman itu Jendro masih kinyis-kinyis. ”Adakah pesan-pesan gebetanku menyambut hari bersejarah tanggal 20 Mei ini?” pintanya. Sastro yang kala itu juga masih beralbum Rhoma Irama, Darah Muda, segera meluap-luap ndobos tentang sejarah pergerakan nasional.

Perhatian Jendro ke gelembung-gelembung lembut nangka goreng yang masih panas. Jendro meniup-niupnya.

”Engkau memintaku nggedebus soal hari kebangkitan. Bangkitlah aku dari rebahan di bangku taman ini. Tapi engkau tidak…”

”Aku tertarik.”

”Engkau meniup-niup nangka goreng.”

”Karena mau meniup lilin tidak ada. Ini malam ulang tahunku, Mas!”

Sastro menyembunyikan malunya. Setiap sebelum tidur ia sebut dalam hati nama Jendro lengkap dengan tanggal lahirnya, weton Rebo Legi-nya, mendoakannya kepada Sang Malik. Membayangkan aroma napasnya yang bak sedap malam. Eh, pas hari H-nya dia malah khilaf.

Halo Pembaca XNews.id, Xpresikan Penilaianmu Terhadap Konten Berita XNews.id, Ini Akan Menjadi Masukan Bagi Kami Tim Redaksi XNews.id, Berikan Rate Penilaian Dengan Menekan Gambar Bintang Dibawah Ini, Terima Kasih !!