Upaya Tim Pengmas UI Memberdayakan Kemampuan Membaca dan Menulis Aksara Jawa di Banyuwangi Menunjukkan Keberhasilan

oleh -4665 Dilihat
Upaya Tim Pengmas UI Memberdayakan Kemampuan Membaca dan Menulis Aksara Jawa di Banyuwangi Jawa Timur Menunjukkan Keberhasilan (Foto : Pengmas UI)

Dikatakan oleh Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. bahwa untuk dapat menghayati dan memahami eksistensi aksara Jawa secara utuh dan menyeluruh diperlukan pengetahuan tentang perkembangan aksara-aksara di Nusantara, seperti aksara yang dituliskan pada batu dan kertas baik pada masa Jawa Kuno maupun Jawa baru. Di samping itu secara dasar diperlukan daya cipta, rasa, dan karsa dalam mengimplementasikan ketrampilan dalam pembacaan dan penulisan aksara Jawa dengan mengacu pada tradisi dan konvensi yang terdapat pada kawasan pusat budaya Mataraman, yakni Yogyakarta dan Surakarta. Aksara nglegena, pasangan, sandhangan, aksara murda, aksara swara, aksara rekan, dan aksara wilangan merupakan materi dasar yang perlu disampaikan kembali kepada masyarakat yang sebagaian telah melupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberdayaan kemampuan pembacaan dan penulisan aksara Jawa di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dilaksanakan melalui sarasehan dan pembekalan dengan menggandeng aparat Bappeda Kabupaten Banyuwangi, bapak Dr. Kundofir, ST, M.Pd., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, Bapak Suratno, S.Pd., M.M, Camat Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, bapak R. Agus Mulyono, Korwil Kecamatan Pesanggaran, bapak Mukhammad Kholid, Kepala Desa Sumbermulyo, bapak Subali, tigapuluh tiga guru-guru SD di wilayah kecamatan Pesanggaran, dan tokoh-tokoh masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 8-10 Agustus 2022 tersebut sejumlah narasumber memberikan materi sekaligus melatih masyarakat untuk praktek membaca dan menulis aksara Jawa, yang diharapkan kelak aksara Jawa beserta Bahasa Jawa yang membingkainya menjadi referensi dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. berharap Bappeda dapat mengkaji dan menyusun program perencanaan dan pengembangan aksara Jawa menjadi sarana penulisan nama-nama kantor dinas pemerintah daerah dan nama-nama jalan di seluruh Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.