Ini Pengakuan Kades soal Cekcok Brigadir S di Tol Lebani Gresik

oleh -171 Dilihat

JAKARTA (XNews.id)- Nama Sueb Wahyudi, kepala Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, dalam beberapa hari terakhir ini menjadi buah bibir. Ini setelah video dugaan ’’pemalakan’’ oleh oknum PJR Polda Jatim terhadap sopir pikap di tol Lebani, Gresik, viral di media sosial.

Belakangan juga terungkap petugas PJR Polda Jatim yang ’’cekcok’’ dengan Sueb Wahyudi itu adalah Brigadir Safaruddin (Brigadir S). Yang saat kejadian mengemudikan mobil patroli bernomor 305. Adapun pikap yang dimaksud dalam video viral itu bernopol S 8297 V, yang disopiri Palguno Adi Wicaksono.

Kepada awak media, Sueb mengaku video tersebut dibuat lantaran kasihan terhadap sopir pikap. Selain itu, juga kesal terhadap ulah oknum polisi bersangkutan. Dia menilai, proses tilang yang dilakukan Brigadir S itu terbilang aneh. Pasalnya, sopir pikap berada di kawasan Jalan Raya Balongbendo, Sidoarjo. “Saya juga kasihan dengan sopir pikap. Kondisi serba sulit seperti ini malah dimintai uang,” ungkapnya, Senin (5/9).

Sueb mengaku emosinya memuncak setelah sang sopir pikap menunjukkan video saat proses tilang terjadi. “Ada proses negosiasi antara polisi PJR bersangkutan itu dan sopir pikap. Katanya, waktu di kasih Rp 200 ribu, polisi tersebut tidak mau sehingga dibawa masuk ke kawasan tol,” jelas Sueb.

Cerita itu, membuat Sueb lantas berinisiatif untuk mendatangi pos polisi yang berada di sekitar gate Tol Lebani. Hingga terjadilan ’’cekcok’’ seperti video yang telah tersebar. “Kalau memang salah, ya berikan saja surat tilang. Kalau memang surat kendaraannya mati, artinya sopir pikap tidak punya atau belum punya uang untuk mengurus suratnya,” tegasnya.

Setelah memvideo itu, lanjut Sueb, Brigadir S baru memberikan surat tilang dan mengambil kunci mobil pikap. Padahal, sebelum berada di pos gerbang Tol Lebani, sopir pikap itu diberhentikan di Jalan Raya Balongbendo hingga akhirnya digiring masuk jalan tol.