Indonesia Banjir Pengungsi Rohingya, Semoga Tidak Membawa Virus Penyakit Menular

oleh -281 Dilihat

Oleh: KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP,d. S.H, C.NSP, C.CL, C.MP, C.MTh

XNEWS.ID – Rohingya memang merupakan minoritas Muslim di Myanmar. Di negara tersebut, Rohingya tak diakui sebagai warga negara, membuat mereka menjadi korban persekusi dan akhirnya kabur ke Bangladesh dan negara-negara lain.

Rohingya adalah kelompok etnis minoritas muslim yang sudah menetap sejak berabad-abad di Myanmar, yang mana negara pemeluk agama Buddha. Meskipun telah lama tinggal di sana, etnis ini tidak diakui oleh pemerintah Myanmar secara resmi sejak tahun 1982.

Pada masa Rezim Militer, mulai dari era Ne Win hingga tahun 2000, etnis Rohingnya menghadapi situasi yang berat. Situasi ini dikarenakan adanya diskriminasi dalam skala besar yang dilakukan oleh pemerintah Junta Militer Myanmar.

Penduduknya memiliki agama yang berbeda dengan mayoritas penduduk Myanmar yang beragama Buddha. Selain itu mereka juga memiliki ciri fisik yang berbeda. Perbedaan inilah yang memicu penduduk Myanmar melakukan diskriminasi terhadap Rohingya.

Orang Rohingya Kabur dari Negaranya? Alasan utama etnis Rohingya melarikan diri dari Myanmar tak lain karena perlakuan buruk yang diterimanya. aksi diskriminatif ini ternyata juga dilakukan sendiri oleh pemerintahnya sendiri.

Indonesia kedatangan arus pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar. Situasi krisis kemanusiaan ini menjadi tantangan bagi para pemimpin Indonesia berikutnya untuk terus mengampanyekan perdamaian dunia dan mencegah makin banyaknya pengungsi akibat konflik.

Salah satu alasan pengungsi etnis Rohingya diterima di Indonesia karena adanya Perpres 125/2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Kapal yang membawa sekitar 400 pengungsi Rohingya tiba di provinsi Aceh, Indonesia pada Minggu (10/12). Para etnis Rohingya pun terpaksa meninggalkan Myanmar dan pergi mengungsi ke berbagai negara terdekat seperti Indonesia, Malaysia,

Pemerintah Indonesia mencatat jumlah pengungsi Rohingya hingga saat ini mencapai 1.487 orang dan diperkirakan akan terus bertambah lantaran gelombang pengungsi terus berdatangan. Mereka ditempatkan di penampungan sementara di Aceh, Medan, dan Pekanbaru.

Warga Aceh bukan tanpa sebab mengusir kedatangan pengungsi Rohingya. Pemicu utama penolakan tersebut adalah karena sikap dan perilaku buruk dari imigran Rohingya yang pernah terdampar sebelumnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi, total jumlah pengungsi dan pencari suaka di Indonesia berjumlah 11.995 orang. Para pengunsi rohingya ini menjadi bebn pemerintah indonesia, jika ter lalu lama menetap dan tinggal di aceh.