Sudah Saatnya Gus Mus Turun Gunung, Jewer Kuping Gus Yahya

oleh -111 Dilihat

Oleh : Ahmad Sururi

XNEWS.ID – Melihat Gus Yahya membawa NU ke dalam pusaran politik membuat kita, nahdliyin akar rumput ini mengelus dada. Bukan bermaksud suul adab atau kemeruh. Tapi manuver politik Gus Yahya memang membahayakan NU. Dengan asas kecintaan inilah, semoga saja pendapat dari orang dhaif ini ndak disalahpahami.

Saya Ahmad Sururi, bukan ulama kondang atau tokoh besar dalam struktur NU. Hanya orang kecil, ilmunya sedikit. Satu kalimat saja ndak penuh.

Kegelisahan saya ini adalah juga kegelisahan orang banyak. Mereka yang tumbuh dan hidup dalam napas ke-NU-an. Tidak mencari hidup dari NU. Tapi berupaya sebisa mungkin menghidupkan NU.

Orang-orang kecil yang memiliki daya upaya kecil. Modalnya ikhlas dan telaten.

Melihat NU hari ini, saya sampai malu dan terpaksa menyebutnya sudah seperti perusahaannya Jokowi. Gus Yahya menjadi CEO dan Jokowi menjadi komisarisnya.

Apapun perintah komisaris, CEO harus patuh. Karena komisaris punya saham cukup besar. Dia bisa melengserkan CEO dengan hanya bersiul kecil. Setidaknya sampai Oktober 2024.

Jokowi memang punya andil besar menempatkan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. Tapi yang harus disadari, NU itu bukan lagi partai politik. Tidak pantas ikut bermain politik dagang sapi.

NU ya jamiyyah. Tugasnya menjadi jembatan antara pemerintah dan ummat. Bukan menjadi kepanjangatanganan penguasa. Atau amit-amit, malah jadi pesuruhnya penguasa.