Seminar Forum Indramayu Studi, Prof Rokhmin Dahuri: Lawan Stunting dengan Konsumsi Ikan

oleh -170 Dilihat

XNEWS.ID – Cendikiawan Muslim yang juga Pakar Ekonomi Kelautan, Prof. Dr. Ir. H. Rokmin Dahuri MS menyampaikan Islam telah mengajarkan kepada umatnya tentang bagaimana cara hidup bahagia dan sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Demikian disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri pada acara Seminar Nasional Yuk Makan Ikan : Kaya Akan Manfaat (Cegah dan Tangkal Stunting Sejak Dini), Forum Indramayu Studi (FIS) di Sekolah TK Hidayatushibyan, Samping Masjid Arahan Kidul, Desa Arahan Kidul, Indramayu, Sabtu (3/2).

Setidaknya terdapat tiga kunci sukses dunia akhirat. Maka dari itu, hal pertama yang mesti dilakukan adalah jadilah yang terbaik apapun dan dimanapun. Kita mesti bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla atas nikmat dan karunia-Nya,ujar Ketua Umum Dulur Cirebon itu.

Aktivitas masa kanak-kanaknya sampai sekarang selalu penuh dengan urusan laut dan ikan. Maka, sebagai anak nelayan, perhatian Prof. Rokhmin Dahuri terhadap nelayan dan lautan amat besar. Wajar bila sejak kecil ia pun bertekad membangun bidang kelautan dan perikanan.

Saya mempraktekkan prinsip ini, qadarullah mulai SD di Gebang, SMP di Babakan, SMA 2 di Cirebon. lulus dengan predikat juara satu terus, ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong 2001-2004.

Kemudian Prof. Rokhmin Dahuri yang dikenal sebagai Tokoh Nasional Inspiratif asal Cirebon menceritakan perjalanan hidupnya. Pria kelahiran Desa Gebang Mekar (Kampung Nelayan) – Cirebon tanggal 16 November 1958 mendapat beasiswa dari Kanada.

Dia berhasil menyelesaikan program Doktor bidang Ilmu Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan dari School for Resources and Environmental Studies, Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Canada pada tahun 1991.

Penerima piagam penghargaan Dosen Teladan I Tingkat Nasional (1995) dan Indonesian Development Award (1999) ini memiliki filosofi hidup: Menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama umat manusia dan semesta alam, bekerja keras dan profesional serta hidup dekat dengan Tuhan.

Tahun 1995 saya dinobatkan menjadi dosen terbaik nomor 1 seluruh Indonesia, dan dapat hadiah dari Presiden Soeharto sebesar 200 juta rupiah, kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.

Maka, Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan jangan pernah minder dan jangan putus asa dari rakhmat Allah ketika kita menjadi wong cilik, menjadi petani, anak nelayan dst. Karena dalam pandangan Allah manusia yang paling baik dan mulia adalah yang paling bertakwa.

Hal ini, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Hujurat: 13. Inna Akromakum Indallahi Atqokum, orang yang paling mulia di mata Tuhan adalah yang paling bertakwa. Kemudian ditegaskan jenis kelaminmu suku bangsamu tidak bisa membuat kamu Mulia kalau kamu tidak bertakwa.

Itu ini pesan penting bahwa kita semuanya bisa mulia, yaitu yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Jadi apapun jangan pernah minder, jangan pernah menganggap orang yang paling baik, mulia di sisi Allah itu yang menjadi presiden, menteri, anggota Dewan, orang kaya yang penting bertakwanya, paparnya.

Tetapi, Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan, bukan berarti orang muslim tidak boleh menjadi kepala Negara. Boleh menjadi kepala Negara tetapi jangan seperti Firaun yang kerjanya pembohong, yang kerjanya hanya pencitraan, yang zolim mengaku sebagai tuhan.

Sebagai muslim harus kaya tapi jangan seperti Qorun. Tapi jadilah seperti sahabat Nabi yaitu Abddurrahman bin Auf. Menjadi ilmuwan diperbolehkan tapi jangan seperti Hamam yang kerjanya menipu rakyat, tapi jadilah ilmuwan seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Seperti Ibnu Al Khawarizmi, kata Duta Besar Kehormatan Kepulauan Jeju dan Kota Metropolitan Busan, Korea Selatan ini.

Selanjutnya, Prof. Rokhmin Dahuri menceritakan bahwa kesuksesan Mark Zuckerberg dalam membuat Facebook sebagai media sosial terpopuler di dunia saat ini adalah hasil dari berguru kepada salah satu ilmuwan Muslim.