Politik Nilai, Oh Ya O..Ya, Bongkar !!

oleh -101 Dilihat

Oleh: Dr. Wahyu Dwi Agung, SH, MH, Dosen IAI Tazkia, Peneliti Pusat Studi Islamic Public Policy

XNEWS.ID – Suhu politik memanas. Gerakan dan gesekan kepentingan memicu suhu itu kian memanas. Intrik, intimidasi mulai bermunculan . Politik senantiasa menciptakan kawan dan lawan. Kawan dirangkul, lawan dipukul, dari sisi manapun. Pilihan koalisi atau oposisi, memiliki konsekwensi.Ujungnya politik adalah kekuasaan dan kekuasaan adalah uang.

Ini paradigma realita. Boleh juga disebut inklusi politik. Setidaknya itulah pengamatan penulis yang pernah terlibat langsung dalam proses Gerakan politik di tanah air. Berawal dari idealisme etis untuk bisa mewarnai system kehidupan bernegara, bergaya dan berlagak sebagai pembaharu. Tetapi kenyataan dan benturan diranah politik yang memang luar biasa itu, memerlukan penyikapan yang harus luar biasa juga.

Politik nilai, atau politik etik sudah dipelesetkan menjadi ndasmu etik! ini fenomena yang harus dikaji secara diametral, beberapa sudut pandang. Tekanan realitas menjadikan pilihan dalam politik kian sempit dan pragmatis. Dukung-mendukung tidak gratis, keluar uang okey ! tapi harus ada hitung-hitungan.