Khutbah Jumat : Bagaimana Rasulullah Memimpin

oleh -100 Dilihat
Khutnah jumat : kepemimpinan rasulullah. (Foto: Tirto)

XNews.ID – Pemimpin harus memiliki kepribadian yang baik untuk menghasilkan sikap–sikap kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang baik juga akan memberikan pengaruh untuk orang–orang di bawah kepemimpinannya. Dalam Islam contoh kepemimpinan sempurna dengan kepribadian yang baik dapat dipelajari pada diri Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Kemenag, pada Jumat (9/2/2024), sebagaimana manusia lainnya, Rasulullah merasakan apa yang dirasakan makhluk fisik pada umumnya: lapar, haus, butuh istirahat, bisa terluka, kepanasan, kedinginan, dan lain sebagainya. Namun, justru dari sinilah umatnya bisa belajar keteladanan luar biasa tentang kesederhanaan, kesabaran, keikhlasan, keberanian, kejujuran, kedermawanan, dan sifat-sifat positif lainnya dalam wujud yang sangat nyata. Rasulullah tampil dalam wujud yang manusiawi, tapi sekaligus sarat nilai-nilai kemanusiaan.

Pertama, Allah menurunkan risalah kepada umat manusia melalui sosok mulia yang juga manusia, bukan jin ataupun malaikat yang sukar dijangkau. Hal ini mengandung hikmah untuk memudahkan umat manusia dalam meneladani sosoknya. Nabi Muhammad SAW adalah figur yang sangat dekat dengan umatnya, memahami dan sanggup berkomunikasi (berbahasa) secara baik dengan sasaran dakwahnya.

Kedua, Rasulullah memiliki empati yang amat tinggi terhadap penderitaan umatnya. Beliau memberi teladan kepemimpinan yang tidak memberatkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan kalimat ‘azîzun ‘alahi mâ ‘anittum dengan dua hadits:

بُعِثْتُ بِاْلحَنِيْفِيَّة السَّمْحَة

“Aku (Muhammad SAW) diutus untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”

إِنَّ هَذَا الدِّيْنَ يُسْرٌ

“Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah kemudahan.”