Habiburokhman Kecam Sekjen PDIP Hasto yang Ibaratkan Gibran dengan Sopir Truk

oleh -84 Dilihat

Jakarta, B-Oneindonesia – Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengibaratkan Gibran Rakabuming Raka dengan sopir truk yang mengalami kecelakaan di Gerbang Tol Halim. Hasto menilai belum cukup usia dalam menjalani masalah yang ada. Hasto menyampaikan itu dalam diskusi ‘Sing Waras Sing Menang’ yang disiarkan secara daring, Sabtu (30/3/2023).⁣

Hasto bicara supremasi hukum kini luntur karena pencalonan Gibran sebagai cawapres yang menentang batas usia capres-cawapres. Hasto menilai sikap kedewasaan yang belum tercapai dalam kasus tersebut. Dia lalu mengambil contoh seperti sopir truk yang mengalami kecelakaan di tol Halim, di mana berusia 17 tahun dan belum memiliki SIM.⁣

Waketum Gerindra, Habiburokhman mengecam pernyataan Hasto. Menurut habiburokhman dengan menyamakan Gibran dengan sopir truk tersebut, sama dengan menghina kecerdasan pendukung paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Dia mewanti-wanti Hasto bisa dijadikan musuh bersama oleh pendukung Prabowo-Gibran.⁣

Teddy Curiga Hasto Punya Pengalaman Hilangkan dan Gelembungkan Suara Parpol

Wakil Ketua Umum DPP Partai Garuda, Teddy Gusnaidi heran dengan narasi yang dibangun oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang menuduh Presiden Jokowi menjadi pelaku penggembosan PPP sehingga tidak lolos dalam Pemilu 2024.

Bahkan Teddy menyebut Hasto juga menuduh Jokowi melakukan penggembosan terhadap Partai pendukung Ganjar Mahfud lainnya sehingga tidak lolos ke Senayan, seperti PPP hingga Hanura.

“Kok Hasto sangat mengerti bagaimana cara menghilangkan dan menenggelamkan suara?,” kata Teddy dalam keterangannya, Rabu (27/3).

Bagi Teddy, apa yang dikatakan Hasto memang bukan sesuatu yang mengejutkan. Sebab kata dia, anak buah Megawati Soekarnoputri tersebut memang doyan menebar narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Karena yang menuduh Hasto, maka ini menjadi hal yang biasa, karena Hasto memiliki track record sebagai orang yang suka menuduh tanpa bukti, setelah itu menghilang begitu saja,” ujarnya.“Jadi sudah bukan hal yang baru lagi, sehingga pernyataan Hasto tidak bisa dijadikan pegangan,” sambung Teddy.

Yang menjadi pertanyaan baginya adalah, bagaimana mungkin Hasto menuduh Jokowi seperti itu. Bahkan seperti Hasto sangat paham bagaimana cara menghilangkan suara partai politik seperti yang ia tuduhkan kepada Presiden itu.