Mengintip Kuliner Warisan Kerajaan Mataram Kuno Legenda Rajamangsa di Klaten

oleh -144 Dilihat

Legenda sajian Rajamangsa, menjadi salah satu kisah tersebut, mengajak Anda memasuki mesin waktu seolah kembali ke masa Kerajaan Mataram Kuno melalui sensasi gastronomi.

Gala Dinner Rajamangsa dengan latar Candi Sojiwan di Kabupaten Klaten. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Gala Dinner Rajamangsa

Pengalaman istimewa bahkan sudah bermula sejak waktu persiapan menuju lokasi makan malam. Dibimbing pemandu, Anda akan dipakaikan kain batik, kemudian bersama rombongan berjalan kaki menuju lokasi gala dinner di taman terbuka dalam Kawasan Candi Sojiwan.

Setelah mendapatkan kalungan selendang sebagai ucapan selamat datang, pengawal akan mengarahkan para tamu untuk menghadap “Raja” kemudian menempati meja masing-masing laiknya sebuah perjamuan.

Sajian Rajamangsa akan disuguhkan mulai dari minuman pembuka, hidangan pembuka, hidangan utama, serta penutup. Jangan khawatir bila merasa kurang familiar dengan makanan atau minuman yang disajikan. Pemandu yang mahir dalam dua bahasa, siap menjelaskan nama dan bahan masakan yang telah diolah dan disiapkan para ibu bahkan sejak hari sebelumnya. Dhayang atau pramusaji, juga siap memberikan pelayanan bagi tamu di setiap meja.

Sajian Minuman. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Sajian Minuman

Minuman tradisional yang disajikan, seluruhnya berbahan alami dengan diolah secara alami pula. Misalnya wedang (minuman hangat) Telang Rempah yang berwarna keunguan dengan sentuhan manis, wangi, serta menghangatkan. Wedang ini terbuat dari bunga telang, pandan, jahe, dan beberapa rempah lainnya.

Selain itu terdapat 3 varian minuman lain, yaitu yang terbuat dari fermentasi sari melati (Jatiwangi), fermentasi asam Jawa (Kinca), dan sari tebu yang dihasilkan dari proses penggilingan atau penumbukan (Nalaka Rasa). Cara memasak dengan teknik fermentasi, mampu menghasilkan rasa minuman yang lebih khas. Tidak terkecuali minuman dalam Rajamangsa. Jatiwangi membutuhkan waktu fermentasi bunga melati selama 1 hari, sedangkan Kinca lebih lama, yaitu 2 bulan lama.

Hidangan Pembuka. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Hidangan Pembuka

Sebagai sajian pemancing selera, Anda akan mendapatkan sepiring Maneka Kuluban, yakni hidangan dari sayur rebus dengan sausnya yang khas. Beragam sayuran lokal dapat menjadi bahan olahannya, seperti krokot, genjer, kacang panjang, bunga kecombrang, dan lain-lain.

Meski secara sekilas mirip dengan urap, yang membedakannya adalah bumbu atau saus yang terbuat dari wijen hitam ditumbuk, memberikan cita rasa gurih serupa dengan bumbu pecel.

Hidangan Utama. (Foto: Kemenparekraf)

Hidangan Utama

Sajian apik nasi jagung yang dibentuk kerucut cantik, dengan pendamping berupa beberapa macam lauk, siap memanjakan lidah sebagai hidangan utama.

Lauk yang pertama adalah Hadangan Harang, kombinasi lezat dari daging kerbau giling halus dengan bumbu warisan nenek moyang. Daging yang telah diracik hati-hati dan diolah dengan bumbu yang khas, kemudian dibentuk bulat dan dililitkan pada sebatang sereh sebelum dibakar hingga matang sempurna. Disajikan dengan sambal matah yang menggugah selera, hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa manis wangi pedas dari sambal, serta gurih berempahnya daging.