Prof. Rokhmin Dahuri Ungkap Tiga Solusi Agar Kabupaten Cirebon Bisa Maju, Sejahtera dan Mandiri

oleh -174 Dilihat

XNEWS.ID – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyampaikan solusi agar Kabupaten Cirebon bisa maju, sejahtera dan mandiri.

Hal ini disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri pada Focus Group Discussion Penyiapan RPJMD Kab. Cirebon 2025 – 2030 Pemerintah Kabupaten Cirebon, Rabu, 19 Juni 2024.

Ada 3 langkah strategis untuk menciptakan produktivitas dan daya saing, ujar Prof. Rokhmin Dahuri mengambil tema Cetak Biru Pembangunan Untuk Meningkatkan Daya Saing Dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Menuju Kabupaten Cirebon Yang Maju, Sejahtera, Ramah Lingkungan, Dan Berkelanjutan.

Pertama, jelasnya, menjadi tuan rumah yang baik (be a good host) bagi pelanggan daerah (rakyat, wisatawan, investor, dan talented people). Kedua, memperlakukan pelanggan secara baik (treat your customers/guests properly), dan ketiga, membangun sebuah rumah yang nyaman bagi pelanggan (building a home sweet home).

Langkah strategis-1 merupakan upaya untuk menarik dan mengakuisisi pelanggan (customer acquisition). Langkah strategis-2 untuk memuaskan pelanggan (customer satisfaction). Sedangkan langkah strategis-3 untuk mempertahankan pelanggan (customer retention), paparnya mengutip Kotler dan Kertajaya (2004).

Kolaborasi Penta Helix

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia menjelaskan, kolaborasi Penta Helix untuk mewujudkan Kab. Cirebon Dan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Penta Helix merupakan sebuah model kerjasama inovatif yang menghubungkan Akademisi, Bisnis (Industri), Komunitas Pemerintah, dan Media Masa untuk menciptakan ekosistem kerjasama berdasarkan pada Kreatifitas, Inovasi IPTEK.

Adapun Struktur Kemitraan Penta Helix, yaitu: komunitas, media masa, pemerintah, perguruan tingngi, industry (swasta).

Masyarakat (Rakyat, UMKM)

1. Beretos kerja unggul (seperti rajin, kerja keras, disiplin, dan teamwork); berkhlak mulia (shidiq, amanah, fathonah, tabligh, qonaah, dan IMTAQ); dan meningkatkan kapasitas serta kualitas (knowledge, skills, dan expertise) mulai dari diri kita sendiri. Kemudian tularkan kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa (Ifda bi Nafsih, Think Globally, Act Locally).

2. Pengembangan investasi dan bisnis di berbagai sektor ekonomi, sesuai potensi lokal, peluang pasar, dan kecintaan (passion) kita  Untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan volume produksi goods atau barang (komoditas, produk) dan services (jasa) baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pendapatan pemilik dan karyawan USD 480 (Rp 7,5 juta)/orang/bulan. Berdasarkan perhitungan: USD 3,2/orang/hari (garis kemiskinan Bank Dunia) atau USD 96/orang/bulan x 5 orang (rata-rata ukuran RT) dan asumsi yang bekerja hanya ayah atau ibu.

3. Pastikan, 27 Nopember 2024 memilih Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, dan Walikota) yang kompeten dan capable, strong, dan baik (IMTAQ dan akhlak mulia).

4. Dan, Februari 2029 memilih Presiden, Wapres, DPR RI, DPD, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, serta Kepala Desa dengan kriteria (karakter) seperti pada butir-3.

Jangan tergoda uang dan sogokan lain, dan jangan takut intimidasi dari aparat pemerintahan, imbuh Anggota DPR-RI Terpilih 2024 itu.

Swasta (Perusahaan Besar, Industri)

1. Berupaya maksimal agar perusahannya mampu menghasilkan goods atau services yang berdaya saing tinggi (QCD = Quality, Cost, dan, Delivery) untuk memenuhi pasar domestik (nasional) maupun ekspor secara berkelanjutan  Sehingga, menghasilkan keuntungan besar (highly profitable) secara berkelanjutan.

2. Gaji karyawan swasta dan ASN USD 480 (Rp 7,5 juta)/bulan.

3. Program DIKLATLUH untuk karyawan dalam rangka up-skilling atau re-skilling (capacity building) secara reguler dan berkesinambungan.

4. Keuntungan harus diinvestasikan di dalam negeri (jangan disimpan di Luar Negeri).

5. Investasi R D (LITBANG) supaya produk perusahannya inovatif dan berdaya saing.

Pemerintah

1. Punya konsep (Road Map, Blueprint, RPJP, dan RPJMN) pembangunan yang holistik dan benar serta dilaksanakan secara berkesinambungan.

2. Pembangunan Bidang Ekonomi.

3. Pembangunan SDM: sektor-sektor Kesehatan, Pendidikan, R D, dan Agama.

4. Pembangunan Infrastruktur.

5. Penciptaan Iklim Investasi dan Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business) yang kondusif: perizinan, keadilan dan penegakkan hukum, dll.

6. Tata Kelola Pemerintahaan yang baik (Good Governance): profesional, melayani, transparan, akuntable, dan bebas KKN.

7. Kebijakan politik ekonomi kondusif (RTRW, fiskal, moneter, perdagangan, ketenagakerjaan, dan pemilu).

8. Capable, Strong, dan Good Leaders (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif).

Ilmuwan (Dosen dan Peneliti) dan Ulama

1. Menghasilkan invention dan innovation di berbagai bidang IPTEKS sesuai kebutuhan bangsa dan masyarakat dunia.

2. Ilmuwan dan Ulama berkontribusi siginifikan untuk membangun SDM Indonesia yang unggul, kompeten, capable, beretos kerja tinggi, berkhlak mulia, dan memiliki IMTAQ kokoh menurut agama masing-masing.

3. Melakukan amar maruf nahi munkar di tengah-tengah masyarakat.

Media Masa

1. Menyebar luaskan hal-hal positip: invention, innovation, prestasi orang, model bisnis yang sukses, model pembangunan yang berhasil, dll.

2. Mencegah dan mengatasi hal-hal negatip: kebohongan, ketidak-jujuran, penghianatan, kriminalitas, premanisme, narkoba, perjudian, KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), dll.

3. Berkontribusi signifikan dalam mewujudkan masyarakat meritokrasi (kehidupan berbangsa dan bernegara barazaskan merit system), berkahlak mulia, dan ber-IMTAQ menurut agama masing-masing.

4. Menjaga kerukuanan dan keharmonisan antar pemeluk agama.

Posisi Strategis Kab. Cirebon

Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pembangunan Kabupaten Cirebon. Dijelaskan posisi strategis Kabupaten Cireboan, antara lain: Menjadi pendukung Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Metropolitan Cirebon Raya (MCR); Berbatasan langsung dengan Prov. Jateng sehingga menjadi pintu gerbang masuk ke Prov. Jabar;

Kemudian, Berada di pantai Utara Jawa yang membentang jalan arteri primer dan jalan kolektor primer sebagai penghubung antara Jakarta dengan kota-kota besar di wilayah Jawa dan kota-kota di sekitar Cirebon; dan Berada di jalur utama lintasan kereta api Pulau Jawa.

Sayangnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 42,75% dari total panjang 1.240,30 kilometer jalan status kabupaten di Kabupaten Cirebon dalam kondisi rusak. Pemerintah Kab.Cirebon membutuhkan anggaran Rp60 miliar untuk mengatasi permasalahan limbah pengolahan batu alam di Kec. Dukuhpuntang.

Anggaran tersebut untuk relokasi industri pengolahan batu alam dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kata Ketua Dewan Pakar MPN (Masyarakat Perikanan Nusantara) itu.

Pada 2018, KLHK membangun IPAL dan Rumah Produksi Pemanfaatan Limbah. Fasilitas tersebut dapat mengolah air limbah hasil dari pabrik penggergajian batu alam, menjadi bata ringan. Pada tahun 2021, banjir rob terjadi di kecamatan Losari dan Karangsembung. Sedangkan, pada tahun 2022, banjir rob terjadi di kecamatan Losari dan Beber.

Selain itu, laki-laki mendominasi jumlah angka pengangguran terbuka, sebanyak 60.462 orang. Sementara, pengangguran perempuan 30.804 orang. Berdasarkan strata pendidikan, lulusan SMA menjadi penyumbang pengangguran terbuka paling banyak sebesar 52.522 orang. Paling rendah ditempat oleh lulusan diploma ke atas dengan jumlah 3.646 orang.

Kendala ekonomi dan kurangnya keahlian yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja menjadi faktor utama yang menyulitkan mereka. Para lulusan SMA adalah salah satu kelompok yang paling terdampak oleh angka pengangguran.

Sementara itu, Prof Rokhmin Dahuri mengatakan, nilai investasi di Kab. Cirebon pada triwulan I 2024 mengalami penurunan dibandingkan dengan data 2023 pada periode yang sama. Nilai investasi: Rp939,8 miliar (triwulan I 2024), Sedangkan Rp1,015 triliun (triwulan I 2023). Nilai investasi terbesar datang dari sektor penanaman modal di bidang industri.

Sedangkan Target nilai investasi pada 2024 sebesar Rp3,23 triliun. Sementara, yang baru terealisasi sebesar 29,06%. Hambatan proses investasi di Kab. Cirebon yaitu kemampuan infrastruktur daerah serta lambannya proses revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), para investor tidak mendapatkan kepastian hukum, tuturnya.

Produk Etnik Kota Cirebon

Lebih lanjut, Prof. Rokhmin Dahuri mengungkapkan, Kota Cirebon kaya akan produk etnik yang bersumber pada budaya Islam, Cina, Arab dan Hindu. Hal ini tercermin dari karakteristik, corak, dan ornamen pada hasil karya masyarakat Kabupaten Cirebon.

Batik: Jenis Motif Batik Khas Cirebon terdiri Mega Mendung, Patran Kembang, Taman Teratai, Lenggang Kangkung, Kapal Kandas, Ganggengan, Mataharian, Tebu Sekeret, Pring Sedapur, dan Ceker Ayam

Lukisan Kaca: Bahan dasar terdiri Kaca Bening/Polos, Kertas untuk Sket Gambar, Cat Warna, Pigura, Minyak Cat dan Prada/brons.

Model Lukisan antra lain Semar, Batar Guru, Dewi Kwam Im, Sunyaragen, Kereta Singabarong, Mega Mendung, Kaligrafi Arab, Benteng Windu, Macan Ali, dll

Ukiran Kayu: Bahan baku yang digunakan kayu jati, kayu mahoni, jenis kayu dengan tekstur keras. Sedangkan jenis ukiran kayu yang dibuat bermacam-macam. Adapun model yang banyak dicari dipasaran yaitu Kaligrafi Arab