Hukum Merampas Hak Orang Lain, Sama Dengan Mencuri

oleh -66 Dilihat

Oleh: KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C.NSP, C.CL, C.MP, C.MTh *)

XNEWS.ID – Mengambil hak orang lain merupakan perbuatan yang merugikan bagi seseorang yang diambil haknya. Perbuatan ini sama halnya dengan mencuri barang milik orang lain. Seseorang yang mengambil hak orang lain sama saja telah berbuat zalim.

Larangan tersebut bahkan tercantum dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadits Rasulullah.

Terkadang ada orang-orang yang sengaja merampas hak orang lain untuk keuntungan dan kepentingan diri atau kelompoknya.

Ada kalanya perampasan itu dilakukan secara terang-terangan dan ada pula yang dilakukan secara halus sehingga orang yang dirampas haknya tidak tahu kalau dirinya sedang dalam perampasan dan baru tahu dan sadar ketika ia telah merugi.

Mengapa harus mermpas hak orang lain, Padahal merampas hak orang lain sehingga orang lain merugi adalah bentuk kejahatan yang setara dengan kedzaliman yang oleh karenanya orang-orang yang melakukan kejahatan seperti ini tidak digolongkan kepada umat Nabi Muhammad (yang patuh dan mengikuti sunnahnya).

Hadits nabi: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنِ انْتَهَبَ نُهْبَةً فَلَيْسَ مِنَّا

Artinya: Siapa merampas milik orang bukan golongan kami. (HR Tirmidzi)

Sebagai seorang Muslim perlu memiliki kehati-hatian wara dalam memperoleh rezeki. Jangan sampai rezeki yang dapat itu justru diperoleh dengan cara-cara batil semisal mengambil hak orang lain. Sebab sejatinya orang yang mengambil hak orang lain itu akan dapat kesengsaraan di hari kiamat.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad ﷺ:

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَخَذَمِنَ الْاَ ْرِض شِبْرًابِغَيْرِ حَقِّهِ خُسِفَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِلَى سَبْعِ أَرْضِيْنَ.

Rasulullah ﷺ bersabda, Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bumi yang bukan haknya, niscaya ditenggelamkan ia pada hari kiamat sampai ke dalam tujuh lapis bumi. (HR Bukhari).

Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa.

Orang yang melakukan dzolim atau kezaliman dapat memiliki beberapa ciri-ciri tertentu. Dzolim atau kezaliman mencakup tindakan atau perilaku yang merugikan orang lain dan bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan.

Orang yang dzolim identik dengan sifat perilaku serakah, tamak dan rakus karena mengambil hak yang bukan miliknya. Orang dzolim bahkan menjadikan orang lain kambing hitam demi melakukan pencitraan.

10 Ciri ciri orang Dzolim: Suka Mengambil Hak Orang Lain: